Kesehatan Warga Jambi Terancam

Ilustrasi kebakaran

Bacalagi.net – Saat ini kesehatan warga jambi sangat terancam, karena asap hasil kebakaran hutan sudah mulai menyelimuti hampir seluruh wilayah Provinsi Jambi.

Dilansir dari okezone.com, Gubernur Jambi Fachrori Umar mengungkapkan, berdasarkan informasi Badan Meteorology, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui pantauan sensor Modis (satelit Terra Aqua dan Suomi NPP) pada tahun 2019 ini, periode Januari hingga 2 Agustus 2019 terpantau 271 titik hot spot dengan lahan yang terbakar 247,21 hektar.

Namun, mamasuki tanggal 4 Agustus 2019 bertambah menjadi 357,01 hektare.

“Ini mencerminkan ancaman karhutla masih ada, terlebih sekarang ini sedang musim kemarau. Dengan kondisi banyak lahan yang mengalami kekeringan dan mudah terbakar, serta semakin sulitnya sumber-sumber air untuk kebutuhan pemadaman api jika terjadi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya di Apel Siaga Darurat Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jambi Tahun 2019, di Lapangan Makorem 042/Garuda Putih, Kota Jambi, Kamis 8 Agustus 2019.

Dan sampai saat ini pun hutan di Provinsi Jambi masih ada yang terbakar, dan para petugas Karhutla selalu siap siaga untuk memadamkan api.

Dilansir dari hallosehat.com, bahwa dampak kebakaran hutan tidak hanya terasa langsung ketika api masih berkobar.

Setelah api padam, asap kebakaran hutan masih dapat menyebar dan menimbulkan bahaya bagi orang-orang yang tinggal di sekitar wilayah bencana.

Asap kebakaran hutan mungkin tidak tampak berbahaya secara kasat mata. Padahal, berbagai bahan yang terkandung di dalamnya dapat menjadi penyebab dari beragam gangguan kesehatan.

Kandungan berbahaya dalam asap kebakaran hutan

Semua jenis asap bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, terutama bila terhirup. Namun, asap kebakaran hutan memiliki bahaya yang jauh lebih besar karena kandungan berbagai zat kimia berbahaya di dalamnya.

Kebanyakan zat kimia pada asap kebakaran hutan berasal dari pepohonan, bangunan, kendaraan, fasilitas industri, dan permukiman di sekitar hutan.

Zat kimia ini biasanya digunakan dalam pestisida, cat, bahan bakar, hingga pelapis bangunan.

Selain itu, asap kebakaran hutan juga mengandung banyak partikel abu dari material yang terbakar. Jika terhirup, partikel pada asap kebakaran hutan akan masuk ke paru sehingga mengakibatkan gangguan pernapasan.

Risiko kesehatan akibat menghirup asap kebakaran hutan

Sebuah penelitian pada tahun 2018 menemukan bahwa paparan asap kebakaran hutan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius pada sistem pernapasan. Di antaranya asma, bronkitis, pneumonia, serta penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Namun, bahaya asap kebakaran hutan tidak berhenti sampai di situ. Campuran gas, zat kimia, partikel debu, dan bahan-bahan lain pada asap kebakaran hutan bisa menimbulkan efek jangka pendek dan jangka panjang bagi kesehatan.

1. Efek jangka pendek

Berikut adalah efek jangka pendek yang berisiko muncul akibat paparan asap kebakaran hutan:

  • Kesulitan untuk bernapas secara normal
  • Sesak napas atau napas terdengar nyaring
  • Iritasi pada tenggorokan dan paru
  • Batuk
  • Tenggorokan gatal
  • Hidung meler
  • Sinus mengalami iritasi
  • Iritasi mata
  • Sakit kepala

Pada kasus yang parah, dampak asap kebakaran hutan dapat menghambat pasokan oksigen menuju jantung. Kondisi ini dapat berakibat fatal bila tidak segera ditangani.

2. Efek jangka panjang

Asap kebakaran hutan dapat bertahan lama sehingga menurunkan kualitas udara di wilayah sekitar bencana. Akibatnya, penduduk yang mendiami wilayah ini lebih berisiko mengalami efek jangka panjang karena menghirup asap kebakaran.

Gangguan kesehatan yang berisiko muncul di antaranya penyakit ginjal, diabetes, masalah kesuburan, dan peningkatan tekanan darah.

Beberapa penelitian juga menemukan adanya peningkatkan risiko gangguan saraf seperti penyakit Alzheimer.

Menghindari bahaya asap kebakaran hutan

Mengutip laman Centers for Disease Control and Prevention, berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk meminimalisasi dampak asap kebakaran hutan:

  • Mempersiapkan fasilitas yang diperlukan untuk mengantisipasi kebakaran hutan
  • Memeriksa kondisi kualitas udara setiap hari
  • Menjaga udara di dalam rumah sebersih mungkin
  • Menghindari kegiatan luar rumah bila tidak benar-benar mendesak
  • Menggunakan masker khusus, sebab masker yang dijual secara umum tidak dapat menahan partikel abu pada asap kebakaran
  • Memasang penyaring udara di rumah
  • Menghindari sumber polusi dalam rumah, misalnya asap rokok
  • Berkonsultasi dengan dokter untuk memantau kondisi kesehatan

Paparan terhadap asap kebakaran hutan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, memiliki sejumlah bahaya bagi kesehatan. Maka dari itu, perlindungan diri menjadi suatu hal yang harus diutamakan saat kebakaran hutan terjadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here